TEKS EKSPLANASI
TEKS EKSPLANASI
3.21 Mengidentifikasi informasi
(pengetahuan dan urutan kejadian
dalam teks eksplanasi secara lisan
dan tulis
4.21 Mengonstruksi informasi
(pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks eksplantasi secara lisan
dan tulis
3.22 Menganalisis struktur dan
kebahasaan teks eksplanasi
4.22 Memproduksi teks eksplanasi
secara lisan atau tulis dengan
memperhatikan struktur dan
kebahasan
3.21 Mengidentifikasi informasi
(pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks eksplanasi secara lisan
dan tulis
RINGKASAN MATERI
Mengidentifikasi informasi dalam teks eksplanasi merupakan proses untuk menemukan pengetahuan berupa urutan kejadian yang terdapat dalam teks. Teks eksplanasi dapat berupa paparan berisi informasi proses penyusunan atau pembuatan suatu barang. Selain itu, dapat pula berisi uraian peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Jika pembaca memperoleh pengetahuan yang terdapat dalam teks, pembaca dapat mengetahui isi peristiwa yang dipaparkan. Langkah mengidentifikasi informasi dalam teks eksplanasi adalah dengan menemukan ciri, struktur, dan kaidah.
Ciri-ciri teks eksplanasi adalah sebagai berikut.
1. Menggunakan gambar, grafik, dan data
untuk mendukung pendapat.
2. Terfokus pada objek yang dibahas.
3. Menggunakan istilah-istilah yang
berhubungan dengan suatu bidangilmu.
4. Menggunakan kata penunjuk waktu,
seperti ketika, berikutnya, lalu, dan
kemudian.
5. Menggunakan kata kausalitas (sebab
akibat) dan bersyarat, seperti jika,
apabila, meskipun, sehingga, akibatnya,
dan dengan demikian.
Teks eksplanasi memiliki struktur sebagai berikut.
1. Pendahuluan
Pendahuluan berisi pengenalan objek yang dijelaskan. Pendahuluan ini menggambarkan secara umum informasi yang akan disampaikan. Pendahuluan dapat menjawab pertanyaan terkait dengan objek yang akan dibahas, seperti apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
2. Pembahasan
Pembahasan berisi penjelasan detail terkait dengan objek yang dibahas. Pembahasan ini menggunakan urutan peristiwa dengan sebab akibat ataupun akibat sebab. Dengan demikian, pola urutan penyajiannya dapat kronologis (urutan waktu) dan kausalitas (sebab akibat).
3. Simpulan
Simpulan berupa inti sari bacaan yang telah dipaparkan. Dalam teks eksplanasi, kehadiran simpulan bersifat tentatif. Artinya, simpulan bisa ditulis, tetapi juga bisa tidak ditampilkan.
Di samping itu, teks eksplanasi harus disusun dengan memperhatikan kaidah-kaidahnya secara tepat. Kaidah-kaidah teks eksplanasi adalah sebagai berikut.
a. Penggunaan kata benda untuk
menjelaskan inti bahasan.
b. Penggunaan kata kerja untuk
menjelaskan proses dan tahap-tahap
kerjanya.
C. Penggunaan kata sambung untuk
menghubungkan kalimat berupa
gagasan gagasan yang saling berkaitan
TUGAS INDIVIDU
Bacalah teks berikut.
Pemicu Letusan Toba 74.000 Tahun Lalu
Terungkap
Peneliti mengungkap pemicu letusan gunung api super Toba, letusan terbesar sepanjang Sejarah peradaban manusia. Pengetahuan itu bisa menjadi dasar untuk memprediks letusan gunung api peneliti mengungkap pemicu letusan gunung api super Toba letusan terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia, Pengetahuan itu bisa menjadi dasar untuk memprediksi letusan gunung api super pada masa yang akan datang. Selama Ini peneliti bertanya-tanya, bagaimana letusan Toba pada 74,000 tahun lalu bisa begitu besar. Dalam letusan itu, 2.800 kilometer kubik abu vulkanik dilepaskan ke atmosfer, memicu tahun tanpa musim panas di Eropa, serta membuat manusia di ambang kepunahan.
David Budd dari Ilmu Kebumian di Universitas Uppsala dan timnya menganalisis kristal kuarsa vulkanik yang dihasilkan dari letusan Toba, Kristal tersebut menunjukkan perubahan kimia dan termodinamika dalam magma. "Mirip lingkaran tahunan pohon yang merekam variasi iklim, "kata Budd seperti dikutip Daily Mall, Kamis (26/1/2017). "Saat kondisi magma berubah, kristal merespons dan membentuk zona berbeda yang merekam perubahan ini."" Penelitian ini penuh tantangan. Lingkaran perubahan kimia magma yang terdapat pada kristal kuarsa vulkanik hanya membentang beberapa mikrometer.
Butuh kecermatan dalam menganalisis agar dinamika magma bisa terungkap, Budd dan tim mengungkap, lingkaran kristal mengandung proporsi isotop 180 yang lebih rendah dibandingkan dengan isotop 160 yang
lebih ringan. Rendahnya perbandingan isotop 180 terhadap 160 menandakan bahwa sesuatu dalam sistem magma berubah drasti sebelum terjadinya erupsi besar," ujarnya. Mengapa bisa begitu? Penjelasannya adalah adanya magma yang meleleh dan berasimilau dengan bebatuan di sekitarnya dalam jumlah besar Jenis batuan ini juga sering mengandung banyak air, yang mungkin dilepaskan ke dalam magma, memproduksi uap, dan meningkatkan tekanan gas di dalam ruang magma. "Tekanan gas membuat magma dengan cepat memecah kerak yang berada di atasnya, mengirimkan ribuan kilometer kubik magma ke atmosfer,
ungkap Frances Deegan, peneliti lain yang terlibat. Itulah yang menyebabkan letusan Toba begitu besar. Letusan sebesar Toba jarang terjadi. Namun, manusia tetap harus bersiap slap. "Mudah-mudahan masih ribuan tahun lagi, tetapi faktanya ini hanya soal waktu sebelum letusan dahsyat berikutnya, bisa di Toba, Yellowstone (Amerika Serikat), atau tempat lain. Kita berharap, kita akan lebih siap dengan itu," ujar Deegan
Sebelumnya, Ivan Koulakov dari Siberian Branch of the Russian Academy of Sciences melakukan penyelaman di Danau Toba yang dulunya merupakan lokasi Gunung Toba. Koulakov dan timnya ingin mencari tahu alasan besarnya volume magma yang dihasilkan Toba dan lamanya jarak antarletusan. Koulakov mengembangkan model berdasarkan data seismik. Mereka menemukan bahwa gunung berapi memiliki tempat penyimpanan magma yang besar. Tempat penyimpanan ini menjaga magma jauh di bawah kerak sampai ada cukup tekanan sehingga letusan terjadi. Model simulasi yang baru ini juga mengungkapkan sistem yang kompleks, tempat terowongan magma multilevel sepanjang 150 km. Pada kedalaman tersebut, gas, dan batuan meleleh. Lelehan tersebut kemudian terus bertambah hingga mencapai kedalaman 75 km, menciptakan tempat penyimpanan magma utama.
(Sumber:http://sains.kompas.com/read/2
017/02/06/ 16225391/pemicu letusan.toba.74,000.tahun.loku terungkap diakses 5 Juni 2017 pada pukul 15.30 WIB
Komentar
Posting Komentar